Author Archives: Marco Kusumawijaya

Mengapa Generasi Sekarang Biasa Mencampurkan Bahasa Inggeris dan Indonesia?

Saya gunakan kata “biasa”, bukan “suka”. Sebab kelihatannya ini bukan soal mereka suka, melainkan karena terbiasakan. Kemungkinsn sebab-sebab yang sejauh ini dapat saya amati adalah: Penggeseran Bahasa Indonesia dari bahasa kedua menjadi bahasa pertama, lalu masuknya Bahasa Inggeris sebagai bahasa … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MARHAEN KOTA YANG SEHARUSNYA MENDAPAT TEMPAT LEBIH

Marco Kusumawijaya Published by Marco Kusumawijaya · September 8, 2016 ·  MARHAEN KOTA ADALAH SOLUSI Di kampung aset tanah tak lagi ada. (Industrialisasi penyebabnya, tapi tak perlu disalahkan, kecuali proses yang tidak adil). Pergi ke kota membangun aset dan alat produksi sendiri, dengan sedikit … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

SARA atau EKO(NOMI)? It’s the economy!

Dalam sepekan ini menemukan tiga naskah menarik tentang hubungan antara ekonomi dan konflik SARA. Ini dapat menerangkan persepsi tentang PILKADA 2017 (dan mungkin PILPRES 2019 nanti). Within last week I found three research-based papers on impacts of economic inequality on … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MEDIA SOSIAL = RUANG KHALAYAK

Judul di atas tidak sepenuhnya benar. Hanya sebagian media sosial yang bersifat seperti ruang khalayak. Sebagian bersifat “potensial” saja, dan baru menjadi benar-benar khalayak ketika disaling-hubungkan. (Lihat status saya sebelumnya). Atau, dapat juga dikatakan bahwa hanya sebagian sifat ruang khalayak … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Aliran Air di Jakarta

Aliran air di Jakarta

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HUNIAN LAYAK UNTUK SEMUA SEBELUM 2030 (Selamat Hari Perumahan Nasional, 25 Agustus 2018)

Itu bukan semboyan, melainkan salah satu sasaran dalam “Sustainable Development Goals”. Padahal makin jelas hal itu tak akan pernah tercapai, selewat 2030 sekalipun, bila tak ada perubahan mendasar. Hunian berkualitas (termasuk berlokasi perkotaan) makin tidak terjangkau, bahkan oleh kelas menengah … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Atap

Bersyukur bangun tidur di bawah atap, bersedih karena yang rumahnya dihancurkan. Mereka tidur di mana? Mereka pulang kemana? Di mana mereka menyimpan kenangannya seperti foto keluarga? Dimana mereka menyimpan kemewahannya seperti kantong plastik bekas dari mall terkenal?

Posted in Uncategorized | Leave a comment