Monthly Archives: February 2014

Di Hadapan Srikaya

  Di hadapan sepucuk Srikaya bersiram hujan terdampar risalah tentang waktu   Ia diam bukan tanpa terima kasih Ia tenang  bukan menolak.   Di antara kami mesin pengelana dan pembagi hari.   ringkih detik menyusur hari. rinci hari sepanjang tahun … Continue reading

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Dasar-dasar Bagi RUU Kebudayaan

Ringkasan: Suatu RUU Kebudayaan RI adalah suatu strategi dan wahana untuk mengembangkan kebudayaan-kebudayan dan tiap-tiap anggotanya di dalam wilayah Republik Indonesia, untuk mampu terus menerus menyikapi dan mengolah kemungkinan-kemungkinan yang akan muncul di masa masa depan sebagai kesempatan yang bermanfaat … Continue reading

Posted in Arts, Language and Culture, governance | 2 Comments

Misteri Hutan Terlarang, Sabtu 22 Maret 2014, Jam 15-17

https://www.facebook.com/events/593205617435114/ Dusun Banjarharjo I, Dlingo, Bantul, Yogyakarta MISTERI HUTAN TERLARANG – Pertunjukan oleh Anak-anak Banjarharjo I + PapermoonSelama bulan Februari 2014 Papermoon Puppet Thater menyelenggarakan lokakarya dengan anak-anak di Bumi Pemuda Rahayu (BPR), Dlingo. Bersama-sama mereka membuat boneka dari bambu … Continue reading

Posted in Nature and Environment | Tagged , , , | Leave a comment

Sampah Bukan Sampah

Fakta sampah: 6000 Ton sampah Jakarta tiap hari diangkut grobak dari sumbernya, yaitu rumah-rumah tangga dan lain-lain, ke 267 TPS (Tempat Pembuangan Sementara) di tiap kelurahan. Dari TPS itu lalu diangkut truk ke Tempat Pembuangan Akhir di Bantargebang, Bekasi, untuk … Continue reading

Posted in Communities, governance, Nature and Environment, Urban Planning | Tagged , | Leave a comment

Jakarta Perlu Ruang Biru untuk Atasi Banjir

Originally posted on Marco Kusumawijaya:
Jakarta perlu ruang biru, bukan hanya hijau, dalam mengatasi banjir. Ruang-ruang yang terbengkalai atau selama ini tidak fungsional, semisal kolong jalan layang, dapat digali menjadi kolam air, ruang biru yang saya maksud. Ruang biru berfungsi…

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KOTA SERBA SALAH

Dari kawan Adin (Hysteria, Semarang) kemarin mendapatkan ekspresi “kota serba salah.” Rasanya ini agak tepat menggambarkan situasi kita, selain kata “tunggang-langgang” yang dulu menjadi bagian judul buku saya, “Jakarta Metropolis Tunggang-langgang.”

Posted in Jakarta, Urban Life | Leave a comment

Beberapa Kejanggalan Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan 2030, Jakarta

Baru selintas saya melihat file RDTRK Jakarta 2030, seketika dengan mudah nampak setidaknya empat kejanggalan yang saya lampirkan gambarnya di bawah ini. File ini dipercaya sebagai versi terakhir yang telah disahkan oleh DPRD sebagai Peraturan Daerah (PERDA), dan sedang diteliti … Continue reading

Posted in Architecture, governance, Jakarta, Urban Planning | Tagged , , , | 5 Comments