17 AGUSTUS 2020 DI KAMPUNG AKUARIUM

Kali ini ada yang berbeda. Selama tiga tahun sebelumnya saya selalu merayakan 17 Agustus di Kampung ini. Biasanya ada macam-macam lomba, termasuk lomba membuat rumah idaman.

Kali ini beda. Rumah idaman makin dekati kenyataan. Pembangunan kembali diresmikan dimulai oleh Gubernur Anies Baswedan. Ini peristiwa bersejarah, jelas salah satu patok dalam perjuangan Jakarta, Indonesia, bahkan dunia, dalam keadilan perumahan.

PEMBANGUNAN KEMBALI Kampung Akuarium itu bukan hanya rekonstruksi, melainkan juga RESTITUSI, pengakuan kembali dan pemulihan kembali atas apa yang dirampas atau dihancurkan secara paksa sebelumnya.

Sore ini bersyukur menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kembali Kampung Akuarium dalam bentuk dan kualitas yang insyaallah lebih baik dari sebelumnya.

Air mata tidak dapat dan tidak perlu dibendung ketika mengingat terutama derita dan duka yang dialami warga selama tiga tahun lebih sejak menjelang penggusuran hingga sesudah penggusuran. 22 orang meninggal. Terutama sekali karena sudah lama kita tahu bahwa sebenarnya Penggusuran Paksa itu tidak Baik dan Tidak Diperlukan: https://mkusumawijaya.wordpress.com/2017/02/10/penggusuran-paksa-tidak-baik-dan-tidak-diperlukan/

Belum lagi mengenang perjuangan warga selama tiga tahun ini. Dan, belum lagi selesai.

Kata Gubernur Anies Baswedan tadi, ini peletakan batu pertama, artinya baru mulai!
Tentu saja fisik rumah baru mulai, tetapi pembangunan Kampung Akuarium secara sosial dan kultural sebenarnya sudah terus menumpuk sejak 2017.
Proses perjuangan menuntut restitusi adalah pembangunan itu sendiri dalam makna yang sedalam-dalamnya, yaitu pembangunan keberdayaan komunitas yang memiliki rasa keadilan dan kedewasaan sebagai warga kota.

Gubernur Anies Baswedan tadi juga mengakui dan berterimakasih kepada solidaritas dan dukungan akademisi dan aktivis dari berbagai negara seperti Australia, AS, Jepang, Taiwan, dan teman-teman Asia Tenggara.
Banyak sekali dari mereka telah berkunjung menjadi teman dan mengulurkan bantuan dalam berbagai bentuk, mulai dari yang darurat, makanan kucing, analisis intelektual, dukungan moril, dan lain-lain.

Diucapkan juga terimakasih kepada Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Hunian Layak (UN Special Rapporteur for Adequate Housing Right) terdahulu, Ibu Leilani Farha, yang mengunjungi Jakarta, termasuk Kampung Akuarium, pada bulan September 2017. Pada kunjungan itu, dalam beberapa kesempatan, termasuk kuliah umum di Goethe Institut, beliau membeberkan dengan gamblang argumen-argumen yang menentukan untuk negara serius mengurusi perumahan rakyat sebagai hak asasi, bukan sebagai komoditas.

Semoga selanjutnya berjalan lancar….Harapan sebaik-baiknya untuk seluruh warga pejuang Kampung Akuarium. Ijinkan kami seluruh warga Jakarta dan dunia untuk terus belajar bersama kalian dalam menegakkan keadilan hak atas hunian layak.

Mengucapkan SELAMAT kepada Gubernur Anies Baswedan, warga pejuang Kampung Akuarium Dharma Diani Jamiad Al Karim , para pendamping Jrmk Jakarta Urban Poor Consortium Ruang Jakarta dengan pribadi-pribadi penuh dedikasi Gugun Muhammad Eni Rochayati Elisa Sutanudjaja Angga Putra Fidrian arsitek Andesh Tomo Vidya Tanny Amalia “Amel” Nur Indah Sari ….

Namaskara!
Salam sehormat-hormatnya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s