FISIKA BANGUNAN

“Suhu tertinggi Jkt pd 1969 adalah 28.2 C.”, kata buku klasik Mangunwijaya, terbit di tahun pertama saya belajar arsitektur dan kota, 1980.

Sekarang? 35 atau bahkan 36, karena antara lain AC MEMANASKAN KOTA sambil dinginkan ruangan. Kebenarannya adalah: panas tidak hilang, hanya dipindahkan dari dalam ruangan (pribadi) ke ruang kota (publik).

Jadi ingat lagi nasehat orang Bali: “Yang paling nista dari yang nista adalah orang yang hanya celup dan keruk”.

Dulu pernah mau bikin gerakan “arsitektur tanpa AC” Namun, boro-boro, mana laku. Para arsitek saja tidak mendukung. Banyak situasi, meskipun tak semua, yang memungkinkan tanpa AC. Namun, tak digubris. Default-nya adalah pakai AC, hal-hal lain menyusul. Betapa besar dosa arsitek pada peningkatan suhu kota (dan bumi).

Saya menjual jasa merancang bangunan tanpa AC. Yang tertarik, mari berupaya maksimal dalam situasi yang memungkinkan. Kontak saya ya. 😇

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s