Kerjasama, Solidaritas, Berbagi Ruang

Ibu ini sudah dua puluh tahun jual eskrim durian di depan restoran ayam goreng ternama di Cirebon. Dari satu petak, restoran itu kini telah menguasai Empat petak lain di kiri kanannya. Warna dinding restoran dan gerobak sama. 😇 Tak ada hubungan kepemilikan di antara keduanya.

Yang beli eskrim boleh makan di dalam restoran tersebut. Membayarnya pun boleh langsung ke Ibu atau ke kasir restoran. Ibu itu tidak membayar apapun kepada pemilik restoran. Ia bertemu calon suaminya dulu yang duluan menjual eskrim di situ.

Dengan orang boleh makan eskrim di dalam restoran ayam goreng, trotoar tetap ada ruang untuk pejalan kaki.

Karena yang dijual berbeda, maka kerjasama ini saling menguntungkan, meskipun pemilik restoran seolah lebih banyak memberi. Kita dapat membayangkan bahwa mungkin sekali terdapat hubungan yang sangat saling menyayangi di antara penjual eskrim dan pemilik restoran.

Ini di Cirebon. Di Jakarta ada juga yang saya ketahui: Restoran eskrim Ragusa dan penjual rujak juhi dan sate di Jakan Veteran 3, samping barat Masjid Istiqlal.

Yang terus harus kita perhatikan bagaimana menolongnya lebih baik adalah nenek tua yang duduk mengemis di samping pintu. 😰

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s