KENANG-KENANGAN TENTANG MEMILIH DALAM PILPRES

Perbedaan mendasar antara golput dulu dengan now: Dulu pilihan kita tidak berguna, tidak menentukan apa-apa, karena pemenangnya sudah ditentukan sebelumnya. Now pilihan kita menentukan, meskipun sebagian orang menganggapnya terlalu terbatas dan pilihan tersedia tak ada yang layak.

Di awal jaman orba saya tidak pernah memilih, karena hampir tiap tahun pindah alamat. Maklum anak rantau sejak lulus SMP. Cari kos yang lebih murah terus.

Di akhir jaman orba saya tidak memilih karena sadar betul bahwa pilihan saya tak ada gunanya.

Sejak reformasi, saya selalu memilih, kecuali sekali gagal karena sedang di perjalanan (seingatku). Saya menikmati kenyataan dan “kekuasaan” kecil sebagai warga negara, bahwa pilihan saya menentukan, bahwa ada pilihan yang belum ditentukan pemenangnya.

Tapi tiap kali memilih saya sadar betul bahwa tak ada pilihan yang ideal. Biasanya dua tahun sesudah tiap pilpres juga saya selalu kecewa. Perubahan tak terjadi se-signifikan yang diharapkan, terutama di bidang perhatian saya (perumahan, perkotaan, dll).

Saya jug sangat yakin bahwa di masa depan pun tetap saya akan kecewa dua tahun sesudah tiap pilpres. Perubahan tak akan sebesar yg diharapkan. Namun, saya akan tetap memilih. Saya pakai falsafah “makan durian”: makan yang tersedia, sambil senantiasa berharap bahwa yang berikut akan lebih sedap. Kalau ternyata yang berikut ternyata tidak lebih maknyus?….. Selalu ada yg berikut!

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s