MARHAEN KOTA YANG SEHARUSNYA MENDAPAT TEMPAT LEBIH

Image may contain: 1 person, food
Image may contain: 1 person, outdoor
Marco Kusumawijaya

Published by Marco Kusumawijaya · September 8, 2016 · 

MARHAEN KOTA ADALAH SOLUSI

Di kampung aset tanah tak lagi ada. (Industrialisasi penyebabnya, tapi tak perlu disalahkan, kecuali proses yang tidak adil).
Pergi ke kota membangun aset dan alat produksi sendiri, dengan sedikit bantuan negara, apa salahnya?

Gerobak bakso sebelah kiri adalah milik teman anak saya. Lulus SMP hijrah dari Kuningan ke Jakarta. Sesudah 7 tahun ia kini punya 3 gerobak di tiga lokasi, mempekerjakan 5 orang teman sekampung (yang juga tergusur dari tanah di kampung). Tiap lokasi dijaga 2 orang, bergiliran lokasi. Ia juga menyekolahkan adik-adiknya. Ia tergusur dari lokasi awalnya, depan sekolah anak saya (yang menyebabkan ia berteman dengan anak saya). Tapi malah pindah ke dekat kantor saya.

“Meskipun sedikit tapi kan punya sendiri ya, Pak! Kami mintanya juga gak banyak, asal diijinkan berdagang saja. Siap lah kalau ada penataan agar rapi. Kami juga mau jadi rapi, kalau diajarin.”

Pengusaha di sebelah kanan, Bapak Ketupat Sayur, sudah setidaknya 20 tahun jualan di tempat yang sama, sejak sebelum “gedung tinggi di depan itu ada.” Dia mulai ketika berumur awal duapuluhan. Hidupnya “di situ dan dari situ”. Sekarang dia sedang menyiapkan generasi kedua untuk menangani bisnis Ketupat Tahunya itu.

Bukankah rakyat yang kuat mandiri seperti itu yang kita kehendaki? Mereka banyak, masing-masing tuan atas dirinya sendiri, setara dalam perundingan menentukan harga dalam pasar bersama pembeli. Mereka tidak harus menjadi buruh, mereka tidak perlu menjadi pegawai gerai berantai, perusahaan besar ataupun negara. Mereka merdeka!

Masyarakat yang kuat adalah yang sebanyak-banyaknya masing-masing warganya mandiri, merdeka, tidak mengerucut tergantung kepada sejumlah kecil pemilik modal saja. Mereka merdeka! Merekalah sumber daya politik yang luar biasa, justru karena kemerdekaannya. Kemandirian masing-masing membuat kolaborasi kolektif lebih sejati.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s