Pelajaran Tong Sampah

BEGINI PELAJARANNYA:

1) Setelah 1998 dengan era desentralisasi, kota-kota (dan kabupaten) di Indonesia banyak kesempatan saling belajar satu dari yang lainnya.

2) Dalam 10 tahun terakhir marak bermunculan atau menjadi lebih aktif berbagai asosiasi perkotaan internasional. C40, ICLEI, Metropolis, Sister City.
Awalnya karena saling belajar dalam framework bahwa kota itu “soal manajemen”.
Lalu dalam 5 tahun terakhir tekanan perubahan iklim dan pembangunan lestari menimbulkan urgensi baru. Jadi ya makin banyak kesempatanbelajar antar kota secara global pula. Jakarta, misalnya adalah minimal anggota ketiga asosiasi di atas, dan sister-city dengan:

New York
Miami
Las Vegas
Washington D.C
Mumbai
Islamabad,
Dubai
Abu Dhabi,
Amsterdam,
Tokyo,
Mexico City,
Toronto,
Berlin,
Singapore City,
Manila,
Bangkok
Kuala Lumpur
Bandar Seri Begawan
Seoul
Shanghai
Hong Kong
Macau
Taipei
Paris
London
Canberra
Sydney
Auckland
Wellington

(Berlin hanya punya 16 sister cities di seluruh dunia. Hana punya tiga di Asia: Jakarta, Paris, dan Beijing. Kerjasama dengan Jakarta termasuk yang paling aktif, bagi Berlin. Baru saja saya mengunjungi Balai Kota Berlin dan mendapat penjelasan langsung)

Kita masih banyak peluang belajar dari kota-kota itu.

3) Pasar global terkoneksi langsung ke kota-kota. Bisa jadi makin efisien untuk mendapatkan produk terbaik dari mana saja.

 

4) Kota (dan negara) manapun yang maju adalah yang dapat mengambil keuntungan dari hubungan sebanyak-banyaknya dengan pihak mana saja, kota ataupun negara. Di Berlin ini ada peneliti Abdoumaliq Simone, peneliti penulis dua buku seminal tentang Jakarta yang membuat dia semacam pesohor di bidang kajian perkotaan dunia kontemporer. Dia warga negara Amerika keturunan campuran Sisilia dan Lybia, bekerja di Max Planck Institute. Juga kini Ai Weiwei seniman asal China tinggal di Berlin. Aedes Architecture Forum, galeri arsitektur pertama di dunia, kini sedang memamerkan karya-karya arsitektur kontemporer di kawasan pedesaan China oleh arsitek perempuan Xu Tiantian. Minggu depan Leilani Farha, Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Hunian Layak, akan berkunjung ke Berlin. Dst.nya.

 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s