UNTUK #2019, BAGAIMANA PIKIRAN TEMAN-TEMAN?

Ini pikiran saya:

Masyarakat sipil perlu mendorong agenda-agenda dengan tegas, agar #2019 produktif. Tidak apa-apa orang berambisi berebut kekuasaan. Tapi sepenuhnya tergantung kita bagaimana membuat kekuasaan itu bermanfaat untuk kita.

Keadilan sosial adalah salah satu isu terpenting menurut saya. (Argumen-argumen sementara ini saya asumsikan sudah cukup. Sudah terlalu banyak data diungkapkan)). Bagaimna para kandidat menawarkan jabaran program ke arah perbaikan keadilan sosial?

Dibandingkan 5 tahun lalu, informasi dan data sudah lebih mudah didapatkan dengan cukup akurat asal ada niat baik (tidak memanipulasi). Jadi janji program dapat dibuatkan lebih realistis akan dapat terlaksana. Kita mungkin bisa memaafkan janji-janji 5 tahun lalu yang ternyata hingga kini tak terlaksana atau malah terjadi sebaliknya, karena mungkin data kurang akurat, atau inovasi kurang, atau niat yang kurang. Namun, sekarang dengan kekuatan informasi akurat dan kemudahan membongkar kebohongan/pengingkaran janji, kita bisa lebih memastikan agar para kandidat membikin janji realistis untuk dilaksanakan, bukan asal-asalan.

Hunian layak terjangkau menurut hemat saya adalah salah satu janji yang bisa dijabarkan realistis untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai keadialan sosial. Perlu mencapai “paradigm shift” untuk melihat hunian layak sebagai Hak Asasi Manusia sebagaimana diamanatkan UUD, UU dan kesepakatan PBB. Kementerian Perumahan harus berdiri sendiri, bukan jadi bagian bersama/dari kementerian lain. Soal kelembagaan ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang perlu dikoreksi segera. Bidang perumahan sempat berevolusi dari kementerian negara hingga menjadi kementerian penuh secara progresif. Kita perlu kembali ke jalur progresif itu dan membuatnya lebih baik dengan “paradigm shift”.

Hal terpenting lainnya adalah pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik, yang juga memerlukan paradigm shift. Bukan hanya perubahan iklim yang harus dikoreksi, tetapi lingkungan hidup juga harus dikelola sebagai aset abadi, lestari dan terus menerus produktif dalam arti luas, bukan hanya produktif dalam arti “sesaat” dan sempit sehingga malah menipiskan keanekaragaman hayati dan menyebabkan ketidakadilan. Banyak hal perlu dirombak untuk mencapai ini, misalnya good-governance. Peristiwa seperti reklamasi dan paberik semen di Kendeng tak boleh lagi terjadi.

Apalagi ya?

Intinya paradigm shift itu mungkin. Faktor-faktor pendukung (data, keterbukaan informasi, momentum kemendesakan, kesadaran yang meluas…) makin tumbuh. Kita perlu tekun merumuskan konsensus. Dasarnya: optimisme dan solidaritas. Mari!

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to UNTUK #2019, BAGAIMANA PIKIRAN TEMAN-TEMAN?

  1. Saya setuju! The main point is we should make up this good-governance definition and implement it wisely. Thank you for this post ya. You bring a brighter spirit for this nation. Keep up the good work

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s