Ini masalah semantik, semiotik, atau ontologis?

Ketika menyebut monyet disangka merujuk manusia, maka saya mesti memakai kata apa agar benar-benar dimengerti sebagai monyet sungguhan? Mungkin “macaca” atau “saya”?

Apakah ini karena kita telah begitu jauh dari alam, sehingga tidak dapat menerima bahwa ada yang sungguh-sungguh merujuk kepada alam?

Atau kita menganggap alam begitu rendah sehingga tiap rujukan kepadanya telah dianggap rendah?

Mungkin prasangka buruk kita terhadap hewan tertentu telah bercampur aduk dengan prasangka buruk terhadap homo sapiens atau diri sendiri

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s