KORUPSI KECIL-KECILAN DI KALANGAN ARSITEK DAN KONSULTAN LAINNYA

Facebook memilih tulisan dari Tahun 2013 ini untuk ditampilkan kembali sebagai kenangan. Mungkin karena dikiranya masih relevan? Adakah perubahan? Yang jelas, saya masih gagal berbuat sesuatu apapun untuk mengurangi korupsi jenis ini.

____________________________________________________________________________________________

Kemana melaporkan korupsi kecil-kecilan tapi banyak?

Saya sering mendapat pengakuan “informal” dari yang langsung mengalami bahwa fee para konsultan, event organiser, dll masih dipotong 30% (atau lebih?) oleh pejabat-pejabat kementerian tertentu.
Mungkin juga dari pemda?
Bahkan sempat hadiah pemenang sayembara sempat dipotong, tetapi sesudah diprotes, dibayarkan kembali utuh. Selain itu kadang-kadang masih ada permintaan untuk membiayai perjalanan plesir dirjen atau kepala dinas dengan “teman perempuannya”.

Jumlah ini per proyek mungkin kecil, beberapa ratus juta. Tapi kalau dijumlahkan semuanya? Masyaallah! Sebagai contoh perhitungan: Jakarta harus membuat 44 Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) karena ada 44 kecamatan. Kalau tiap RDTRK itu memang benar dipotong 30%, berapa ya totalnya?

Selain itu, korupsi bentuk ini sistemik, secara ekonomi melahirkan sebagian “kelas menengah-atas baru” yang palsu. Lebih fundamental: korupsi begini merusak kota-kota kita, yang tersebab itu tidak bisa dirancang dan dibangun dengan baik dan lestari.

Korupsi di dunia perancangan dan pembangunan kota menyangkut para arsitek dan perencana kota. Ada organisasinya: Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia.
Apakah sama sekali tidak ada yng berniat membuat gerakan untuk menghapus (setidaknya menentang!) korupsi yang masif dan sangat melumpuhkan kota, keahlian, dan kecerdasan salah satu profesi yang sangat menentukan masa depan kota-kota Indonesia ini?
Selain itu, bagaimana kita bisa memasuki pasar bersama ASEAN pada tahun 2015?

Mungkin IAI dan IAP Indonesia sudah ada rencana?
Senang kalau ada yang bisa ceritakan.

Persoalan yang dihadapi juga: bagaimana cara yang baik melaporkan ini? Kepada siapa yang efektif? Terlalu kecil untuk merepotkan KPK? Bagaimana membuatnya menjadi suatu gerakan? Gerakan penting, karena soal begini mungkin efektif kalau ada “kekompakan”: semua, atau mayoritas setidaknya menolak, sehingga yang meminta tidak bisa apa-apa, dan yang diminta tidak lagi takut rejeki-nya mati.

Ada petunjuk dari teman-teman anti-korupsi? Illian Deta Arta SariGita Putri Damayana ?

Saya tahu sebagian dari teman-teman FB yang membaca ini terlibat dalam korupsi yang saya maksud. Maafkan, kepedulian saya bukan menyerang Anda masing-masing, melainkan pada masa depan profesi dan kota-kota kita. Bukankah di dalam hati kecil Anda sebenarnya juga kesal, karena tidak dapat rejeki yang layak, dan mungkin jadi sulit menghasilkan karya secara maksimal?
Saya juga tahu akan ada banyak komentar yang bersifat pembenaran atau keluhan bahwa soal ini “tidak mudah.” Ya, tapi apa terus mau dibiarkan? Pikirkan juga dengan sedikit imajinasi dan optimisme: Ada jalan keluar! yaitu kalau kita bergerak dan berpikir bersama mencari cara yang cerdas.

Biasanya yang untung paling besar dari situasi korupsi ini adalah para konsultan yang sudah mapan, yang sudah punya hubungan “lama” dengan pejabat kementerian/pemerintah daerah.
Tapi, ayolah, lihatlah masa depan.

Saya himbau betul para anggota dan pengurus Ikatan Arsitek Indonesia, Iakatan Ahli Perencana Indonesia, dll. untuk mulai gerakan anti-korupsi sebagai suatu kolektif, suatu organisasi. Apakah ada contoh serupa di organisasi/asosiasi profesi lain, Illian?

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s