17 Agustus 2017

Ini tengah malam 17 Agustus dadaku sakit.
72 tahun tidak sedikit.
Terlalu lama berakit-rakit.
Terlalu banyak yang bersakit-sakit.
Mengapa tak juga cukup?
Mengapa tak juga sampai ke tujuan?

Ini tengah malam 17 Agustus air mata mengalir.
Ingat supir taksi tadi makin jarang ketemu anak isteri.
Ingat korban gusuran tahun lalu.
Ingat kanak-kanak belum punya jembatan ke sekolah.
Makin sedikit yang punya rumah.
Makin banyak tanah milik sedikit orang.

Ini tengah malam 17 Agustus aku tak mau tidur.
Biarlah ingat yang harus diingat:
kebutuhan-kebutuhan dasar yang belum terpenuhi,
keinginan-keinginan berlebihan yang menghambat,
kekurangan kasih di sana sini,
keberlebihan ketamakan memakan korban.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s