SOLUSI MASALAH SAMPAH JAKARTA: 3 K (KURANGI, KURANGI, KURANGI)

FB_IMG_14703045773384194Tumpukan sampah setinggi 8 m di Kapuk, Jakarta Barat, 10 September 2015 (Foto oleh Saepudin Budi Wiharja)

Hampir tiap tahun Jakarta mengalami insiden sampah. Kabar terakhir: Truk sampah Jakarta ditolak masuk Bantargebang karena melampaui kuota. Ternyata ada kewajiban Jakarta mengurangi sampah. Jumlah sampah DKI ke Bantargebang pada bulan Februari 2015 adalah 6,000 Ton. Berita Juni 2016: 7,000 Ton. Sejauh bisa dilacak, Pemprov DKI tidak punya program pengurangan sampah.

Sampah yang tidak dikurangi dan terus menerus bertambah tidak dapat diselesaikan secara lestari. Konflik selalu akan muncul, sebab sampah yang cuma dipindahkan pada dasarnya menzalimi orang dan species di lingkungan lain.

Satu-satunya jalan yang lestari adalah pendekatan 3 K: Kurangi, Kurangi, Kurangi. Kita semua pelaku perubahan. Namun pemerintah harus berubah drastis untuk mendukung perubahan yang terjadi di masyarakat pada berbagai tingkatan.

Prinsipnya adalah sampah harus dikurangi dan dikelola maksimal di tempat asalnya, yaitu perorangan, rumah tangga, distributor dan industri. Ini akan mengurangi biaya pengangkutan sampah, selain pencemaran dan dampak lainnya.

  • Tiap rumah tangga kita ajak melakukan pendekatan Tiga Pintu: Rumah tangga mengurangi sampah yang masuk ke dalam rumah melalui pintu depannya. Seleksi sudah dimulai ketika belanja. Di dalam rumah, warga belajar cara-cara konsumsi yang mengurangi sampah. Sisa yang masih harus dibuang melalui pintu ketiga, pintu belakang, dipilah. Yang organik dikompost, yang dan bila masih ada yang non organik, digunakan kembali atau didaur ulang.
  • Pihak distributor diwajibkan mengemas produk secara minimal atau menggunakan bahan organik secara maksimal.
  • Pihak industri diberi didorong untuk berproduksi tanpa menghasilkan bahan yang tidak terurai, dan by-products yang masih dihasilkan maksimal masuk kembali ke dalam siklus produksi yang lain.
  • Pemerintah memberikan bantuan alat komposting inovatif yang memudahkan warga. Kebiasaan baru dibangun. Perda baru disusun untuk mendukung dan melaksanakan. Pemerintah mendorong produksi alat-alat kompostinng inovatif dan industri daur ulang dengan insentif.
  • Perda baru dibuat untuk memadukan pengolahan sampah dan pencegahan pencemaran air, udara, dan tanah. Tujuannya tegas: membuat murah dan mudah kehidupan ramah-lingkungan dan membuat mahal kehidupan yang mencemari.

Untuk itu pemerintah memang harus berubah drastis, mengubah tata kerjanya, misalnya dari kebiasaan membayar kontraktor pengangkut sampah dan pasukan oranye berangsur menjadi penyedia alat kompost inovatif, memberikan penyuluhan yang sungguh-sungguh, menciptakan insentif dan disinsentif mendorong industri bersih dan industri daur ulang serta pemantauan yang obyektif.

Banyak teknologi dan contoh sudah tersedia untuk keperluan ini, yang makin menjadi trend di kota-kota maju yang ekologis. Jakarta akan menjadi maju dengan secepat mungkin melakukan perubahan mendasar ini.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s