KETAHANAN KOTA JAKARTA DIPERTARUHKAN

Masa depan kehidupan banyak orang dan species dipertaruhkan dengan terlalu mudah dan sembarangan!

Ketahanan kota adalah masalah besar, strategis, dan mengena kita semua. Kegentingannya bukan saja terhadap perubahan iklim global, dengan akibat misalnya naiknya permukaan air laut +/-5 mm/tahun, tetapi juga perubahanperubahan lokal semacam turunnya permukaan tanah dan berkurangnya pasokan air baku untuk air bersih.

Kesadaran itulah yang membuat kita kaget dengan munculnya tiba-tiba gambar burung garuda sebagai tanggul raksasa yang katanya untuk mengatasi masalah-masalah maha genting di atas.

Masalahnya dua lapis:
1. Apa yang dianggap solusi oleh pemerintah dan konsultannya itu ternyata dianggap bukan solusi, bahkan konyol, oleh banyak ahli.
2. Bagaimana hal yang genting itu sama sekali tidak dikomunikasikan dengan luas kepada masyarakat, dan malah menghasilkan “solusi” yang konyol tersebut?

Krisis dan skandal yang muncul kini meluas, menyangkut:
1. Kepercayaan kepada kemampuan pemerintah menolong kita dari bencana besar dengan cara yang benar.
2. Kerjasama dengan luar negeri yang penuh vested-interest, yaitu terutama Belanda yng konsultannya didukung oleh pemerintahnya.
3. Dominasi kepentingan swasta dalam pembentukan (bukan hanya pembangunan) kota kita.

Namun, masalah yang dihadapi tetap dan memang nyata, yang sebenarnya akan fatal dalam waktu yng mungkin lebih singkat daripada yang kita ingin anggap.

Karena itu, bukannkah solusi yang sesungguhnya harus tetap diupayakan? Pertama-tama kita harus punya komunikasi agar semua orang tahu, menyadari dan ikut berpikir. Hanya dengan begitu solusinya akan akomodatif terhadap kepentingan-kepentingan bersama yang sah, bukan malah dibajak kepentingan-kepentingan sempit yang malah berbahaya kontra-produktif.

Seharusnya kita bergantung kepada banyak pihak, dan melepaskan ketergantungan hanya pada pihak-pihak tertentu yang punya kepentingan sempit. Ada banyak keahlian beredar sekarang, mulai dari lembaga-lembaga ilmupengetahuan/universitas kita sendiri, hingga program-program donor yang lebih tulus.

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s