TUJUAN “SOCIAL ENTREPRENEUR” ADALAH PERUBAHAN SOSIAL, BUKAN BIKIN UNIT USAHA ATAUPUN PERTUMBUHAN EKONOMI.

Tujuan social entrepreneurship (wiraupaya sosial) adalah membuat perubahan sosial, bukan bikin unit usaha, meskipun kadang yang terakhir itu diperlukan sebagai alat.
Social entrepreneurship bukan melakukan kapitalisasi atas modal sosial untuk perubahan (pendapatan) ekonomi, melainkan memanfaatkan teknik bisnis untuk mencari solusi atas masalah sosial.
Social entrepreneurship is the attempt to draw upon business techniques to find solutions to social problems.[1] This concept may be applied to a variety of organizations with different sizes, aims, and beliefs.[2]
Pada tahun 2006 saya menerjemahkan buku David Bornstein, “How to Change the World, Social Entrepreneurs and the Power of New Ideas”, menjadi “Mengubah Dunia, Kewiraushaan Sosial dan Kekuatan Gagasan Baru”.
Waktu itu saya mengusulkan kata “kewiraupayaan” bukan “kewirausahaan”. Tetapi penerbit akhirnya menggunakan kata yang terakhir.
Paling mudah memahami konsep wiraupaya sosial adalah dengan melihat 10 contoh yang dikemukakan oleh David Bornstein. (https://en.wikipedia.org/wiki/David_Bornstein_(author))
1. Fabio Rosa, Brazil: Listrik masuk desa.
2. Florence Nightingale, Inggeris: Sistem keperawatan dan rumah sakit.
3. Bill Drayton, Amerika Serikat: “The bubble”, sistem insentif dan penurunan biaya untuk pengurangan polusi, pendiri Ashoka Foundation.
4. Jeroo Billiomoria, India: Perlindungan anak.
5. Erzsebet Szekeres, Hungaria: “Hidup berbantuan” bagi penyandang kemampuan berbeda.
6. Vera Cordeiro, Brasil: Reformasi pelayanan kesehatan.
7. J.B. Schram, Amerika Serikat: Hak masuk perguruan tinggi.
8. Veronica Khosa, Afrika Selatan: Perawatan bagi penderita AIDS
9. Javed Abdi, India: Undang-undang tentang hak penyandang kemampuan berbeda.
10. James Grant, mantan kepala UNICEF, Amerika Serikat: Vaksinasi universal.
Saya merasa perlu menyampaikan hal di atas karena membaca belakangan ini ada penyimpangan makna social entrepreneur oleh penggiat ekonomi, mirip penyimpangan pada konsep sharing economy.
Kata entrepreneur itu sendiri berasal dari kata kerja entreprendre (Perancis) yang secara jenerik berarti “(berinisiatif) memulai sesuatu”.
IMG_4768.jpg
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s