IBU MURNI DIGUSUR 4 KALI

Sore tadi saya juga mengunjungi Kampung Rawa Elok di Kapuk Muara.

Ibu Murni telah mengalami 4 kali penggusuran dalam beberapa dasawarsa hidupnya di Jakarta. Semuanya karena “pembangunan infrastruktur” (jalan layang, jalan inspeksi dan pembetonan sungai, dll.) Sangat sedih mendengar kisahnya.

Memang infrastruktur adalah “kepentingan umum”. Tapi mengapa tidak sekalian “membangun” kehidupan yang lebih baik untuk orang seperti Bu Murni, misalnya dengan ganti rugi yang baik, apalagi kalau dengan sungguh-sungguh mengupayakan hunian yang layak dekat lapangan pekerjaan untuknya?

Tiap pembangunan infrastruktur dapat secara prosedur tetap diwajibkan menyertakan anggaran untuk keperluan itu.

Saya percaya negara dibentuk untuk dua tujuan sekaligus: membangun public goods, barang publik, dan membangun solidaritas dengan tindakan afirmatif membantu yang lemah. Melakukan salah satu saja dari itu berarti tidak adil, mengingkari tujuan bernegara. Apalagi yang namanya infrastruktur selalu dapat ditunggangi kepentingan tertentu.

Marco Kusumawijaya's photo.
Boost Post
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s