KAMPUNG KUNIR di Tepian Kota Tua Jakarta

Pagi ini saya berbincang dengan korban penggusuran di Jalan Kencur, Kota Tua Jakarta. Mereka sudah 8 bulan bertahan di dalam tenda dan teduhan sementara di tempat dulu mereka tinggal selama puluhan tahun dan membangun komunitas, setelah rumah-rumah permanen dan komunitas mereka dibongkar paksa tanpa ganti rugi.

Dua foto pertama adalah kampung mereka sebelum dihancurkan oleh pemerintah kota kita. Tepian kali alamiah dan hijau. Warga berdaya dan bekerjasama dengan lurah (Ibu berbaju biru di foto kedua, kiri bawah).

Dua foto berikut adalah keadaan mereka sekarang. Yang hilang bukan hanya suatu kumpulan fisik rumah-rumah, tapi suatu modal sosial, suatu komunitas. Juga, suatu aset kota yang sulit dipenuhi lagi: “stock” hunian buat warga miskin kota yang hampir tak mungkin diciptakan lagi di dalam kondisi kota neoliberalis yang makin menjadi.

Padahal, mereka pernah mendapatkan sertifikat penghargaan (foto terakhir).

Demi apa semua perusakan itu? Demi sekeping infrastruktur kota berupa penembokan tepian kali yang seragam. Di seluruh Jakarta pendekatan yang sama, beton yang sama, sedang diberlakukan. Ini memang keterbatasan negara dan apa saja yang dilakukannya (harus seragam!)? Atau kekurangan kemampuan pelaku dalam menghargai dan menyalurkan keragaman solusi dari warga sendiri?

Saya pribadi, atas dasar pengalaman di Surabaya, Kendari, Makassar, Yogyakarta, Aceh, dan referensi di Thailand, Korea Selatan, Taiwan, India, dan lain-lain, tidak sulit sama sekali membayangkan melaksanakan pendekatan yang beragam, yang berdasarkan pengetahuan dan inisiatif warga.
Pada dasarnya di masa depan tidak mungkin pemerintah mampu memahami seluruh seluk beluk keragaman masalah dan solusi kota, kalau bukan berdasarkan keberdayaan warganya sendiri.

Marco Kusumawijaya's photo.
Marco Kusumawijaya's photo.
Marco Kusumawijaya's photo.
Marco Kusumawijaya's photo.
Marco Kusumawijaya's photo.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to KAMPUNG KUNIR di Tepian Kota Tua Jakarta

  1. vivi says:

    kasian mereka. tp mereka seperti sunyi pembela karena yg menginstruksikan lebih banyak fans

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s