Di Hadapan Srikaya

Di hadapan sepucuk Srikaya bersiram hujan

terdampar risalah tentang waktu

Ia diam bukan tanpa terima kasih

Ia tenang bukan menolak.

Di antara kami mesin pengelana dan pembagi hari.

ringkih detik menyusur hari.

rinci hari sepanjang tahun

perca tahun dirangkum abad

sabar abad di ruang milenia.

Tak kuhitung nenek-moyang yang tidak mencatat.

Kurasakan mereka

sesama saja

yang hidup dari tanah dan air sama

serta kembali pula

berganti rupa

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Di Hadapan Srikaya

  1. Terima kasih. Kenapa begitu?

    Like

  2. ayon says:

    beruntungnya saya menemukan blog ini.🙂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s