Rumah Tinggal di Menteng Jadi Sekretariat (kantor!) Berbagai Tim Politik.

Saya amati hal ini sudah sejak dulu. Beberapa bulan hingga setahun sebelum pemilu, beberapa rumah tinggal pada jalan atau kawasan yang dalam tata ruang dinyatakan sebagai permukiman/perumahan, digunakan sebagai sekretariat tim sukses ini-ini, juga kadang terselubung dalam nama “media-center”. Ada juga yang sudah bertahun-tahun demikian.

Ini berita terakhir:

“Untuk diketahui, pada Senin (21/4), rumah pengusaha PT Mustika Ratu, Mooryati Sudibyo di Jalan Ki Mangun Sarkoro No 69, Menteng, Jakarta Pusat, dijadikan Rumah Koalisi Indonesia Hebat (RKIH) bagi calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi).”

Sebelumnya saya tahu dulu ada “Media Center” Pak Budiono ketika menjadi calon wakil presiden (2009) di Jalan Teuku Umar.

Di Jalan Imam Bonjol ada sekretariat Hanura. Kabarnya di Jalan Cemara 19 ada suatu sekretariat juga.

Bukankah seharusnya kawasan permukiman tidak boleh dijadikan kantor?
Kenapa tidak di gedung perkantoran saja?

Jangan-jangan Kadis Tataruang akan bilang, “Tidak apa-apa. karena cuma sementara…” ? Seperti kata Alexander Ferry, bangsa kita selalu kompromi dan toleransi atas “pelanggaran-pelanggaran kecil”.

Tapi bayangkan kalau Joko Wi/Timses-nya menyatakan menolak tawaran Mooryati itu. Maka itu akan memberikan signal yang sangat baik untuk masa depan ketertiban tataruang Jakarta. Berdampak baik juga bagi kampanye-nya yang bertema “revolusi mental”. Bagi semacam gerakan “disiplin nasional”.

Pelanggaran, sekecil apapun, akan jadi landasan bagi yang makin besar…

Sejujurnya, Negeri Indah Indonesia ini rusak antara lain karena pelanggaran-pelanggaran tata-ruang (tentu saja hal-hal lainnya juga) , mulai dari yang kecil-kecil, lalu dibiarkan, lalu menumpuk, lalu menjadi default, dan semua orang lalu jadi pening tidak tahu mengurainya dari mana…

Saya jadi ingat gambaran Romo Magnis Suseno ketika orang tuanya datang menghadiri pentahbisannya sebagai pastor SJ di Yogyakarta. “Mereka akhirnya senang, karena menyadari saya berada di negeri yang indah, dengan bangsa yang mempunyai cita-cita yang layak”

Ini sedikit informasi: Tata Ruang untuk Kita: http://www.youtube.com/watch?v=Wfn0-C_9neo

Dan klik ini.

This entry was posted in Architecture, governance, Jakarta, Urban Life and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s