Jakarta Perlu Ruang Biru untuk Atasi Banjir

Marco Kusumawijaya

Saluran BiruJakarta perlu ruang biru, bukan hanya hijau, dalam mengatasi banjir. Ruang-ruang yang terbengkalai atau selama ini tidak fungsional, semisal kolong jalan layang, dapat digali menjadi kolam air, ruang biru yang saya maksud.

Ruang biru berfungsi sebagai ruang parkir air, yang dihubungkan dengan pipa-pipa hingga ke kedalaman lapisan pasir, sehingga air dapat meresap maksimum. Ini adalah salah satu versi lain dari “sumur resapan”.

Apa saja ruang yang dapat dijadikan ruang biru ini:

  • Ruang-ruang kolong jalan layang tol maupun non tol. Misalnya di Slipi, Grogol, Tomang, dan lain-lain. Ada yang bisa hitung ada berapa banyak dan berapa luas semuanya?.
  • Ruang terbuka hijau yang sudah ada. (misalnya sebagian Lapangan Monas dijadikan danau buatan, yang dasarnya disambungkan dengan pipa hingga ke kedalaman lapisan pasir)
  • Halaman bangunan-bangunan umum maupun swasta.
  • Basemen yang dijebol lantainya, kemudian dihubungkan dengan pipa ke lapisan pasir di bawahnya.
  • Lahan parkir, atau di bawahnya.
  • Saluran-saluran yang ada, dijebol dasarnya, dihubungkan dengan…

View original post 106 more words

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s