Jakarta Perlu Ruang Biru untuk Atasi Banjir

Saluran BiruJakarta perlu ruang biru, bukan hanya hijau, dalam mengatasi banjir. Ruang-ruang yang terbengkalai atau selama ini tidak fungsional, semisal kolong jalan layang, dapat digali menjadi kolam air, ruang biru yang saya maksud.

Ruang biru berfungsi sebagai ruang parkir air, yang dihubungkan dengan pipa-pipa hingga ke kedalaman lapisan pasir, sehingga air dapat meresap maksimum. Ini adalah salah satu versi lain dari “sumur resapan”.

Apa saja ruang yang dapat dijadikan ruang biru ini:

  • Ruang-ruang kolong jalan layang tol maupun non tol. Misalnya di Slipi, Grogol, Tomang, dan lain-lain. Ada yang bisa hitung ada berapa banyak dan berapa luas semuanya?.
  • Ruang terbuka hijau yang sudah ada. (misalnya sebagian Lapangan Monas dijadikan danau buatan, yang dasarnya disambungkan dengan pipa hingga ke kedalaman lapisan pasir)
  • Halaman bangunan-bangunan umum maupun swasta.
  • Basemen yang dijebol lantainya, kemudian dihubungkan dengan pipa ke lapisan pasir di bawahnya.
  • Lahan parkir, atau di bawahnya.
  • Saluran-saluran yang ada, dijebol dasarnya, dihubungkan dengan pipa-pipa ke lapisan pasir di bawahnya.
  • Jalan-jalan baru, sebagian atau seluruhnya, di bawahnya dibuatkan ruang biru tertutup.

Pemerintah dapat memberikan insentif untuk keperluan ini. Misalnya konversi halaman dan lahan parkir menjadi ruang biru akan mendapatkan kompensasi tertentu. Pemerintah sendiri dapat memulai dengan membuat ruang biru di seluruh ruang publik yang menjadi kekuasaaanya: taman umum, saluran, halaman, bangunan umum.

Lalu dapat dibuatkan aturan yang menjadi syarat bagi penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan: harus ada ruang biru dengan volume minimal X.  Ini berarti sama dengan pengendalian run-off. Bisa saja sampai nol. Ini konsisten dengan pendekatan konservasi/pelestarian air, untuk sekaligus memperbaiki struktur tanah Jakarta, dan menghentikan penurunan tanah (land-subsidence).

This entry was posted in Communities, governance, Jakarta, Nature and Environment, Urban Development. Bookmark the permalink.

3 Responses to Jakarta Perlu Ruang Biru untuk Atasi Banjir

  1. Ruang biru bisa menghasilkan income (multiplier effect), Ada juga konsep ekonomi biru, ekonomi tumbuh, rakyat sejahtera namun langit dan laut tetap biru diperlukan jiwa entrepreneurship, innovatif dan kreaktif….

    Like

  2. ahmedtsar says:

    Ide bagus, laku pipa pipa di dalam tanah ruang biru itu, berfungsi buat menyalurkan air agar terserap ke tanah atau menyalurkan air agar dimanfaatkan menjadi air minum dan MCK?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s