Daily Archives: May 13, 2009

Metropolis 19 Juli 2003

Aku berjalan mengikuti bayangan rampingku hingga ia menggemuk dan menghilang di telapak kakiku. Matahari menatapku tegak lurus. Aku mendongak kaca-kaca metropolis Mengeluhkan butir-butir udara dan lobang-lobang jalan Hanya sekali terangsang oleh kaki putih yang panjang. Sepatu merah menginjak keras dan … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mall

Mall adalah tempat barang-barang bertumpuk menyesakkan. AC tak mampu bersaing dengan hawa panas dari tubuh-tubuh yang kesana-kemari mencari penutup syahwat yang sekaligus dapat memancing syahwat. Benda-benda sehari-hari, sebagian dengan lembut, sebagian dengan keras, tetapi semuanya dengan sangat teguh, menarik kita … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bangkok: An Impression of Size

I entered Bangkok this time. It is denser than Jakarta. Everything is closer together. Factory’s kettles are close by. Billboards are larger. It was the first time I feel strange when looking at the size of the beautiful women on … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

On My Recent Life

  I advertised my old place for rent. But no deal is struck yet.   Yes I enjoy living in my new place. I experience urbanity fully and authentically. I walk and bike a lot, to and from my work … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Lazy City

The city is lazy at 11 am this Sunday. It exhausted all its energy the night before. All lights off. Tall buildings grey and dull, as glitz and reflections no longer disguise their worn-out and dusty surfaces. Cars move not … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dia

Dia berjalan seperti boneka yang sedang kehabisan batere

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KAWASAN LINDUNG VERSUS KAWASAN PERTAMBANGAN: MUNGKINKAH TIDAK DIKOTOMIS (?)[1]

Terhadap tema yang diberikan kepada saya dalam bentuk pertanyaan “Kawasan Lindung versus Kawasan Pertambangan: Mungkinkah Tidak Dikotomis?” saya dapat serta merta memberi jawaban bahwa: justru tidak boleh dikotomis. Tetapi alasan saya mungkin berbeda dari yang dibayangkan orang, dan ada 3 bagian, yaitu pertama tentang kesatuan organik semua karunia alam, kedua kesatuan karunia alam dengan 7 kelompok aset dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang berbasis aset, dan ketiga kesatuan antara pertumbuhan dan pemupukan aset. Saya akan mengajukan apa yang mulai nampak dalam 10 tahun terakhir, ialah bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan itu ada, ialah pertumbuhan yang memupuk aset, bukan mengikis aset, bukan pertumbuhan yang dipertentangkan dengan pelestarian, melainkan pertumbuhan yang merestorasi lingkungan agar mampu melakukan regenerasi sendiri. Pendekatan berbasis lingkungan ini kini telah makin menjadi konsensus dunia, karena selain ancaman kerusakan lingkungan sudah gawat juga telah makin mungkin mengembangkan apa yang disebut “green economy”. Provinsi Sulawesi Utara dapat menjadi pelopor pendekatan baru tersebut atas dasar keanekaragaman alamnya sebagai aset.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment