Oleh: Prof. John Friedmann
Diterjemahkan dengan ijin penulis ke dalam Bahasa Indonesia oleh Marco Kusumawijaya, dari John Friedmann, The wealth of cities: Towards an asset-based development of newly urbanizing regions, UN-HABITAT Lecture Award Series, No. 1, United Nations Human Settlements Programme (UN-HABITAT), Nairobi, 2007. Teks ini pertama-tama disampaikan sebagai ceramah khusus pada World Urban Forum 3, Juni 2006 di Vancouver.
Dalam salah satu bukunya, urbanis Canada asal Amerika yang belum lama wafat, Jane Jacobs, seorang aikon nasional, menceritakan kisah sebuah desa bernama Napizaro yang terletak beberapa ratus mil di sebelah barat-laut Mexico City. Keluarga-keluarga di sana telah turun-temurun hidup atas dasar pertanian subsistens dengan tambahan sedikit tanaman perdagangan. Hidup mereka, tulis Jacobs, tidak terbayangkan suramnya. Tetapi, beberapa generasi yang lalu, satu faktor baru masuk ke dalam kehidupan mereka: tarikan adanya lapangan kerja di Amerika Serikat. Setelah bertahun-tahun, Napizaro akhirnya menjadi tergantung pada lapangan kerja itu untuk kesejahteraannya sekarang. Komunitas itu kini punya lampu jalan, rumah sakit, dan lapangan baru untuk menyabung kerbau yang diberi nama North Hollywood untuk mengenang daerah industri di kota Los Angeles, sumber kesejahteraan tersebut. Umumnya sekarang 1200 penduduk desa itu hidup nyaman dalam rumah berdinding tembok dengan patio yang cantik dan antena TV.