Posts tagged ‘Bertold Brecht’

July 15, 2011

Apakah Anda Merasa Dapat Mengubah Jakarta?

Orang boleh tidak suka hal-hal buruk metropolis Jakarta. Tapi nyatanya di Indonesia inilah kota yang paling banyak dibuatkan lagu, puisi, film dan lain-lain bentuk seni tentangnya. Apakah Anda ingat lagu-lagu Iwan Fals, Benyamin Sueb, Titiek Puspa dan Guruh Sukarnoputra, serta pusi-puisi Goenawan Mohammad, Sitor Situmorang dan film-film Bing Slamet?  Saya yakin, bahkan beberapa di antara kita—banyak, mungkin—suatu ketika pasti pernah diam-diam mencoba menulis puisi atau sekedar aforisme tentangnya.

Dengan kata lain, metropolis ini paling pemberi ilham. Semua punya arti (Sitor Situmorang). Semua dapat tempat (Chairil Anwar). Seorang teman saya, gurubesar dan peneliti Amerika yang sudah terkenal dengan beberapa bukunya, sedang menyusun teori perkotaan serius berdasarkan ilham yang dia dapat dengan menelusuri kampung-kampung di Jakarta Utara.

June 12, 2009

Bahasa Jalan

Terbit sebelumnya di Majalah Tempo, 1-7 Juni 2009

Apa salahnya aspal–?/Di kota aspal aku betah, demikian tulis Bertold Brecht. Dengan aspal, permukaan jalan untuk mobil telah menjadi lebih halus daripada kaki-lima untuk pejalan kaki, bertentangan dengan UU abad ke-18 di Inggeris yang memberikan syarat permukaan untuk pejalan kaki harus lebih halus daripada yang untuk kendaraan. Sejak itu selamanya makna jalan menyempit jadi sedikit. Padahal, jalan memberikan struktur pembacaan tentang kota. Ia ruang khalayak sesejatinya. Karena itu, perilaku di jalan mencerminkan watak bangsa.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,362 other followers