Posts tagged ‘Ali Sadikin’

July 15, 2011

Apakah Anda Merasa Dapat Mengubah Jakarta?

Orang boleh tidak suka hal-hal buruk metropolis Jakarta. Tapi nyatanya di Indonesia inilah kota yang paling banyak dibuatkan lagu, puisi, film dan lain-lain bentuk seni tentangnya. Apakah Anda ingat lagu-lagu Iwan Fals, Benyamin Sueb, Titiek Puspa dan Guruh Sukarnoputra, serta pusi-puisi Goenawan Mohammad, Sitor Situmorang dan film-film Bing Slamet?  Saya yakin, bahkan beberapa di antara kita—banyak, mungkin—suatu ketika pasti pernah diam-diam mencoba menulis puisi atau sekedar aforisme tentangnya.

Dengan kata lain, metropolis ini paling pemberi ilham. Semua punya arti (Sitor Situmorang). Semua dapat tempat (Chairil Anwar). Seorang teman saya, gurubesar dan peneliti Amerika yang sudah terkenal dengan beberapa bukunya, sedang menyusun teori perkotaan serius berdasarkan ilham yang dia dapat dengan menelusuri kampung-kampung di Jakarta Utara.

May 17, 2011

Bukan Apa, Tapi Bagaimana Mengubah Jakarta[1]

Bahan Diskusi dengan Yayasan Interseksi, 12 Mei 2011.

Sesudah kemerdekaan, Jakarta mengalami tiga periode kepemerintahan/governance, bila dilihat dari gabungan tiga faktor, yaitu sumber-daya, pengetahuan dan kepemimpinan:

  1. Masa kesukaran dan kelangkaan sumber daya dan pengetahuan, dengan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas tinggi: Ali Sadikin.
  2. Masa kelimpahan (relatif) sumber daya, ketertutupuan pengetahuan, dengan kepemimpinan yang bergantung pada “pusat” dan integritas lemah: 1974-1997 (kecuali barangkali di masa kepemimpinan Suryadi Sudirja, yang dianggap relatif bersih dan kritis)
  3. Masa kelimpahan sumber daya, kelimpahan dan dinamika pengetahuan, dengan kepemimpinan yang lemah dengan integritas yang diragukan: 1997-sekarang.

Yang berhubungan secara tetap di tengah-tengah pusaran ketiga faktor yang berubah-ubah itu adalah birokrasi dan masyarakat-warga. Perkembangan—perubahan atau tanpa-perubahan—pada hubungan antara kedua faktor tetap ini kini layak mendapat perhatian lebih besar, karena pada akhirnya negara yang dialami sehari-hari adalah negara yang hadir melalui hubungan tersebut. Birokrasi dalam 40 tahun terakhir juga telah berkembang menjadi suatu kompleks tersendiri yang seperti tidak tersentuh oleh perubahan-perubahan lain.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,361 other followers