Category Archives: Urban Life

PILKADA LANGSUNG

Ini sekedar nostalgia. Saya dan Mbak Nursyahbani Katjasungkana ternyata adalah salah satu pasangan cagub-cawagub pertama dari jalur independen-langsung di Jakarta pada tahun 2001. Azas Tigor Nainggolan tadi di twitter mengingatkan hal ini. Selain kami, ada pasangan-pasangan lain juga. Tentu saja, ketika itu UU belum … Continue reading

Posted in governance, Jakarta, Urban Life | Leave a comment

MEDIA SOSIAL = RUANG KHALAYAK

Judul di atas tidak sepenuhnya benar. Hanya sebagian media sosial yang bersifat seperti ruang khalayak. Sebagian bersifat “potensial” saja, dan baru menjadi benar-benar khalayak ketika disaling-hubungkan. (Lihat blog saya sebelumnya). Atau, dapat juga dikatakan bahwa hanya sebagian sifat ruang khalayak yang … Continue reading

Posted in Urban Life | Leave a comment

DI ANTARA RUANG PRIBADI DAN RUANG KHALAYAK: DARI FLO UNTUK KOTA

Dari https://www.facebook.com/marco.kusumawijaya/posts/10152715804813708 Tiap hari kita menjelek-jelekkan menertawakan bangsa atau orang apa saja: Cina, Batak, Minang, Bugis, Papua, Jawa, Sunda, Jerman, Perancis,….Bahkan keluarga mertua, menantu, tetangga, …Dan tentu saja orang kota mana saja: arek Suroboyo, wong Solo, orang Medan, Bandung… Tapi biasanya … Continue reading

Posted in Arts, Language and Culture, Communities, Urban Life | Leave a comment

Mas Slamet Abdul Sjukur dan Kebisingan Kota

Di Ayorek! Saya mengenal beliau dalam hubungan yang mulainya “agak resmi,” yaitu beliau sebagai anggota Akademi Jakarta dan saya sebagai ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ, 2006-2010). Beliau bersama-sama dengan sebagian anggota Akademi Jakarta juga mewawancarai para calon anggota DKJ ketika … Continue reading

Posted in Arts, Language and Culture, Urban Life | Tagged , , | Leave a comment

Common Space and Public Space in Contemporary Urbanization

(Originally presented at a conference in Singapore convened by William Lim on 25-26 May, 2013, published in William Lim, Public Space in Asia, 2014). Seemingly, rising aspiration for common space and community life in many cities is facing two counter currents: … Continue reading

Posted in Arts, Language and Culture, Communities, Urban Life | Leave a comment

Rumah Tinggal di Menteng Jadi Sekretariat (kantor!) Berbagai Tim Politik.

Saya amati hal ini sudah sejak dulu. Beberapa bulan hingga setahun sebelum pemilu, beberapa rumah tinggal pada jalan atau kawasan yang dalam tata ruang dinyatakan sebagai permukiman/perumahan, digunakan sebagai sekretariat tim sukses ini-ini, juga kadang terselubung dalam nama “media-center”. Ada … Continue reading

Posted in Architecture, governance, Jakarta, Urban Life | Tagged , | Leave a comment

Kedesaan Kita

Membaca kutipan ini, saya tercenung, seberapa masih tersisa dalam sikap hidup kita? Nyatanya UU Desa yang dibuat dulu. UU Kota belum. Semua orang ingin punya tanah, atau rumah di atas tanah. Claude Guillot, Pola Perkotan dan Pemerintahan di Kota-kota Perdagangan … Continue reading

Posted in Communities, governance, Nature and Environment, Urban Life | 1 Comment