Category Archives: Arts, Language and Culture

Ekspedisi Pekerja Kreatif ke Taman Nasional Kepulauan Waktobi

Mari mendaftar! Tenggat 30 Juli 2014.

Posted in Arts, Language and Culture, Nature and Environment | Leave a comment

Mas Slamet Abdul Sjukur dan Kebisingan Kota

Di Ayorek! Saya mengenal beliau dalam hubungan yang mulainya “agak resmi,” yaitu beliau sebagai anggota Akademi Jakarta dan saya sebagai ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ, 2006-2010). Beliau bersama-sama dengan sebagian anggota Akademi Jakarta juga mewawancarai para calon anggota DKJ ketika … Continue reading

Posted in Arts, Language and Culture, Urban Life | Tagged , , | Leave a comment

Liwuto Pasi: Ekspedisi Seniman ke Taman Nasional Kepulauan Wakatobi

Mohon bantuan SHARE dan sebarkan. Terima kasih. Open Call: Ekspedisi Seniman “Liwuto Pasi” ke Taman Nasional Kepulauan Wakatobi, 15-30 November 2014, dengan kapal WWF. Tengat waktu pendaftaran: 30 Juli 2014. Selengkapnya di bawah ini: Informasi lengkap dan formulir pendaftaran dapat … Continue reading

Aside | Posted on by | Leave a comment

Common Space and Public Space in Contemporary Urbanization

(Originally presented at a conference in Singapore convened by William Lim on 25-26 May, 2013, published in William Lim, Public Space in Asia, 2014). Seemingly, rising aspiration for common space and community life in many cities is facing two counter currents: … Continue reading

Posted in Arts, Language and Culture, Communities, Urban Life | Leave a comment

Cerpen dengan Catatan Kaki, Karya Triyanto Triwikromo: Dongeng New York Miring untuk Aimee Roux

Image | Posted on by | Tagged | 2 Comments

Dasar-dasar Bagi RUU Kebudayaan

Ringkasan: Suatu RUU Kebudayaan RI adalah suatu strategi dan wahana untuk mengembangkan kebudayaan-kebudayan dan tiap-tiap anggotanya di dalam wilayah Republik Indonesia, untuk mampu terus menerus menyikapi dan mengolah kemungkinan-kemungkinan yang akan muncul di masa masa depan sebagai kesempatan yang bermanfaat … Continue reading

Posted in Arts, Language and Culture, governance | 2 Comments

Ruang dan Kepenontonan

Catatan untuk diskusi dalam rangka perayaan 20 tahun Teater Garasi, 23 Januari 2014, Ark Gallery, Yogyakarta. Penonton dan Publik Ketika penonton bergerak, mereka juga menggerakkan ruang yang, karena itu, berkemungkinan berubah-ubah, yang menjadi lebih ditentukan oleh dimensi hubungan antara mereka … Continue reading

Posted in Architecture, Arts, Language and Culture | Leave a comment

Timor Timur, 1987

Ternyata saya pernah menulis seperti ini. Tentang Timor Timur, pada tahun 1987, pada koran Prioritas yang lalu berganti nama menjadi Media Indonesia. Sebelum pristiwa Santa Cruz, 1991. Pada waktu itu Timor Timur belum menarik perhatian banyak orang. Masih “tertutup” sebagai … Continue reading

Posted in Architecture, Arts, Language and Culture | Leave a comment

Menanggapi Gagasan Arsitektur Betawi dan Mesjid Raya

Baca di Yahoo! Dua minggu yang lalu, ada dua gagasan Gubernur Jakarta Joko Widodo yang menarik perhatian. Yang pertama, mengenai keharusan semua bangunan di Jakarta memiliki ciri Betawi. Yang kedua, rencana pembangunan masjid raya di Kapuk. Kedua gagasan tersebut menarik, … Continue reading

Posted in Architecture, Arts, Language and Culture, Jakarta, Urban Development | 3 Comments

Arts between the State and the Community: The Problem of Consumption in/of the City

Talk delivered at Lasalle College of Arts, Singapore, 27-28 March 2012. Keywords: Public/common space, community, ecology, arts, management, state, city, community, sustainability, democracy, freedom. Introduction My talk will be in three parts. The first will try to make a distinction … Continue reading

Posted in Arts, Language and Culture, Communities, Nature and Environment | 3 Comments