Archive for November, 2011

November 17, 2011

Kondisi Manusia dalam Persoalan Lingkungan

Dari “Taring Padi, Seni Membongkar Tirani“, Lumbung Press, Juni 2011, hal. 297-316

 

Dengan popularitas perubahan iklim bersamaan dengan figur Al Gore, orang mudah melupakan bahwa ada banyak masalah lingkungan lain yang tidak berkaitan dengan perubahan iklim. Misalnya: terancamnya dan menurunnya keanekaragaman-hayati, kelangkaan air, dan sebagainya. Masalah-masalah ini memang diperburuk oleh perubahan iklim, tetapi telah ada relatif tanpa disebabkan atau menyebabkan secara langsung perubahan iklim.

Sementara itu, dalam pengertian “kelestarian” (sustainability) sendiri tercakup bukan hanya kelestarian dalam hal lingkungan, tetapi juga dalam hal sosial dan ekonomi. Kini kita menyadari bahwa masalah lingkungan sangat terkait dengan masalah ketidakadilan sosial dan ekonomi.

Tags:
November 14, 2011

Warna Hari Ini: Hijau?

Mana lebih mudah: Mengurangi, atau mengganti konsumsi Anda?

Keduanya punya insentif: jalan menuju ke hidup sehat. Dan perlu, meskipun merupakan pilihan sulit yang harus kita hadapi sehari-hari sejak belakangan ini. Sebab, masalah yang kita hadapi sebenarnya bukan hanya pemanasan bumi, tetapi juga menipisnya persedian sumber daya alam yang tak terbarukan, misalnya mineral dan bahan bakar fosil.

Memang ada tanda decoupling antara pertumbuhan ekonomi dan pemakaian sumber daya alam dan dampak lingkungan. Tingkat pertumbuhan ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat pemakaian sumber daya alam dan kerusakan lingkungan. Di beberapa negara, produksi tiap satuan barang terbukti menggunakan makin sedikit bahan alam dan makin sedikit berdampak pada lingkungan.

Namun, bagaimana pun juga total penggunaan sumber daya alam tak terbarukan makin besar karena pertumbuhan penduduk, sehingga persedian yang terbatas tetap terus terkuras.

November 12, 2011

Merawat Khalayak dan Ruang Khalayak

Oleh Marco Kusumawijaya dan Mujtaba Hamdi.

Disampaikan untuk diskusi bertajuk “Masyarakat Terbuka” (Yayasan Tifa, Jakarta).
Diterbitkan juga di Majalah Prisma.

Hingga hari ini, kita masih terus melihat kebebasan berekspresi di masyarakat kita belum mencapai gambaran yang kita cita-citakan. Catatan-catatan empiris memperlihatkan betapa hak individu dan kelompok untuk mengungkapkan jatidiri, keyakinan maupun daya kesenian mereka ke ruang khalayak masih menghadapi hambatan dari aktor negara maupun nonnegara.

Kemerdekaan menikmati ruang khalayak yang diidealkan sebagai ‘ruang bersama’ sering terhalang oleh tindakan kelompok tertentu yang kerap didiamkan dan bahkan didukung institusi negara. Kian terbukanya kran kebebasan tampaknya tak dinikmati masyarakat secara seimbang dan merata. Kelompok tertentu yang gencar menuangkan ekspresi di ruang khalayak sering, langsung maupun tak langsung, menghalangi ruang dan hak ekspresi kelompok yang lain. Penggunaan kekerasan merupakan salah satu masalah utama.

Kebebasan berekspresi juga menghadapi tantangan lain yang tak kalah menggelisahkan. Terutama dalam ranah seni, kebebasan berekspresi kerap hanya berhenti pada ruang-ruang privat. Seorang seniman menciptakan karya dalam ranah yang mungkin memang sangat personal. Namun, ia sebenarnya selalu memaksudkan karya-karyanya untuk

November 7, 2011

Culture, Disaster, and a Future for Eco-Metropolis?

Keynote Speech for The Future Sketch Conference, Tokyo, October 29th , 2011, organized by The Culture Creation Project, Tokyo Metropolitan Government.

Introduction

10.29. Seven months and eighteen days after 3.11, many have been said.

It is therefore difficult to think of something to add, even by someone who worked in Aceh after the tsunami 12.26, 2004.

But, quoting a german expression, “all has been said, but unfortunately not by all.”

So perhaps I could add something. And,  what I would like to add is not about tsunami or nuclear disasters. I would like to add about the other disasters, those that are related to climate change and use of finite natural resource.

On these, too, many have been said, but never too much. So, I thought I should still say something about it here in Tokyo, Japan, which is the right place to do so for reasons that will be made clear in the course of my talk.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,362 other followers