August 21, 2011
Di Yahoo! Indonesia.
Apa konsumsi yang Anda rasakan paling menentukan gaya-hidup Anda di kota Anda? Apakah ada beda bila Anda tinggal di Makassar, Surabaya, Medan, Menado atau Jakarta?
Anda adalah apa yang Anda makan. Ini pepatah lama asal bahasa Inggeris: You are what you eat. Di Amerika Serikat memang ada penelitian bahwa, misalnya, kaum miskin perkotaan di sana memakan lebih sedikit sayuran dan buah segar, serta lebih banyak makan junkfood seperti burger atau ayam goreng siap saji yang sayangnya di sini (masih?) dianggap makanan kelas menengah atas.
Tetapi kini kemakmuran sudah berkembang. Selain makanan, banyak hal lain “menentukan” siapa Anda. Pakaian bergaya apa yang Anda pakai? Model mobil Anda? Ataukah Anda cuma naik bus? Atau sepeda? Di mana Anda tinggal? Gaya rancangan rumah Anda? Gadget yang Anda gunakan? Anda pakai smartphone apa? Merek sepatu dan tas Anda? Semua ini dipilih-pilih dan dikombinasikan tiap orang kota untuk membentuk “gaya-hidup” pribadi sekaligus penghubung identitas dengan kelompok sosial-ekonomi tertentu.
read more »
Posted in Nature and Environment, Urban Life |
Leave a Comment »
August 21, 2011
Di Yahoo! Indonesis
Apa arti taman bagi Anda? Apakah akhir-pekan lalu Anda sempat ke taman kota, memanfaatkannya untuk segarkan jiwa dan raga sebelum memulai hari kerja lagi?
Seorang pesepeda, bendahara B2W Jakarta Barat, Andy Fusri, minggu sore lalu menunjukkan suatu harta karun Jakarta kepada saya: Taman Tomang. Sebagian orang menyebutnya Taman Kampung Sawah. Letaknya di pojok barat-daya perempatan Tomang. Sepertiga taman ini berlantai keras tersusun dari konblok. Mungkin maksudnya untuk parkir kendaraan, tetapi sebagian terbesarnya digunakan untuk main bola oleh anak-anak. Dua pertiganya terdiri dari ruang terbuka hijau dengan alas rumput dan ditanami banyak pohon. Ada jalur beralas konblok juga untuk pejalan-kaki. Ada juga danau buatan dengan pulau di tengah-tengahnya. Kelihatannya air ini tidak mengalir. Pulau itu lebih tinggi, dan tidak dapat dicapai, karena tidak ada jembatan. Sampah banyak terdapat di air ini. Sedangkan di lapangan rumput relatif sampahnya sedikit, jadi secara umum terkesan bersih.
Seorang ibu berusia 71 tahun merasa senang sekali akhirnya menemukan taman ini, karena anaknya mengajak dia bertemu kami di taman ini. Dia dari Pluit. Selama ini dia cuma tahu ada taman cantik ini, terlihat dari jalan layang, tapi tidak tahu masuknya dari mana.
read more »
Posted in Architecture, Communities, Jakarta, Nature and Environment, Urban Life |
Leave a Comment »
August 21, 2011
Di Yahoo! Indonesia
Almarhum Rosihan Anwar pernah mengatakan, bahwa masalah di Pulau Jawa (dibandingan dengan Sumatera) adalah tidaknya adanya budaya kedai kupi. Yang ada tentu saja warung Tegal. Kalau Anda pernah kunjungi kedai kupi di Banda Aceh, Bukittinggi atau Tanjungpinang, Anda akan paham maksud Rosihan Anwar. Di kota-kota ini orang-orang betah berjam-jam di kedai kupi yang selalu ramai, membahas apa saja. Suatu pertanda baik bahwa perempuan kini makin bertambah jumlahnya di kedai-kedai ini.
Nah, sekarang memang Jakarta seperti bukan Jawa.
read more »
Posted in Communities, Urban Life |
3 Comments »
August 21, 2011
Melewati Kebayoran Baru membayangkan apa yang akan hilang dan muncul.
Bangunan tinggi mulai muncul satu demi satu sepanjang jalan Senopati. Pertama di sisi Utara. Tapi, apakah nanti juga akan di sisi Selatan juga, yang berarti akan membelakangi rumah-rumah yang menghadap ke dalam/selatan blok Kota Kebayoran Baru? Lalu apakah rumah-rumah ini, yang nanti pasti tidak nyaman karena tertutup bayangan bangunan tinggi akan berubah pula menjadi bangunan tinggi? Dan seterusnya…
Duta Besar Italia pernah mengundang saya makan-siang mengeluhkan soal Jalan Senopati ini. Kediaman resminya ada di sana. Sudah lebih dari 40 tahun. Tahun 2009, kantor Perdana Menteri mengirim tim membuat rencana keamaan kediamannya itu. Resmi sudah disetujui. Tahun 2010 rencana itu gugur, karena tiba-tiba muncul sebuah gedung apartemen tinggi, lebih dari 20 lantai, hanya beberapa kavling di sebelah Baratnya. Halaman belakangnya yang luas serta merta terancam. Gedung tinggi ini tidak ada dalam rencana kota yang resmi terdahulu. Entah kalau sekarang sudah di”revisi”.
read more »
Posted in Uncategorized |
1 Comment »
August 21, 2011
Entah apa yang dimaksud dengan “menertibkan pejalan-kaki” sebagaimana diucapkan oleh pejabat polisi baru-baru ini di Jakarta? Bukankah justru kendaraan bermotor dan pemakai jalan lain yang harus ditertibkan untuk memberi tempat bagi pejalan kaki?
UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan jelas menekankan prioritas bagi pejalan-kaki:
Pasal 131
(1) Pejalan Kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.
(2) Pejalan Kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang Jalan di tempat penyeberangan.
(3) Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pejalan Kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya.
read more »
Posted in Uncategorized |
Leave a Comment »