Archive for July, 2011

July 15, 2011

Kota Konsumtif


 

 

Apa pendapat Anda melihat billboard di atas, yang sedang bertebaran di jalan-jalan utama Jakarta?

Sebagian orang, termasuk saya, tidak menyukainya, karena menampilkan anak-anak terasa tidak etis. Selain itu, mengapa harus ada sosok gubernur? Memangnya untuk belanja masyarakat perlu direstui gubernur? Jaket kulit, yang rupa-rupanya memang sedang jadi status simbol para politisi (dan beberapa pengacara), terasa tidak peka, ketika dunia sedang tergugah oleh kasus-kasus kekerasan terhadap hewan. Jaket kulit itu citra ketidakberadaban. Bukan sekali ini saja orang mempersoalkan gemarnya gubernur Jakarta tampil dalam segala rupa iklan. Sebelumnya kita ingat ada kasus baliho raksasa setinggi belasan lantai dengan wajahnya yang juga sebesar belasan lantai di dinding Balai Kota. Ternyata gejala gemar mejeng di ruang publik ini sedang menjangkiti juga semua kota dan provinsi di Indonesia, kecuali beberapa kota yang justru walikotanya terkenal berprestasi baik, seperti Solo misalnya.

Di Jakarta ini banyak warga merasa tidak ada prestasi yang dapat dibanggakan. Tanpa prestasi kok gubernurnya mau mejeng melulu? Dari sudut pandang pencitraan, menurut hemat saya dampaknya malah negatif: gubernur jadi tampak konyol. Tapi, mungkin bagi yang mencintainya yang menasehatinya, tampil seperti itu membuat pak gubernur tampak cute dan cool.

Singapore Great Sale 2011 menampilkan iklan tentang barang-barang, tanpa wajah perdana menteri, apalagi anak-anak. Terus terang, langsung, tanpa menampilkan yang tidak relevan.

Jakarta Great Sale 2011 ini membuat sebal beberapa orang tua yang sayang anak, karena jadi langsung teringat banyaknya mall –ada 170 di seluruh Jabodetabek—yang selalu menimbulkan macet, turunnya air tanah, dan mungkin masalah-masalah lainnya. Sudah ada yang membuat gerakan “liburan tanpa ke mall” dan bahkan ingin stop pembangunan mall baru. Pokok soalnya bukan hanya pada mall, yang menurut penelitian teman saya, Suryono Herlambang, hampir semuanya melampaui Koefisien Lantai Bangunan (KDB) awal yang diijinkan pada rencana tata-kota. Pokok soalnya adalah bahwa semua itu membuat Jakarta seolah konsumptiv semata, sementara fasilitas mendasar yang diperlukan masyarakat untuk produktif, misalnya angkutan umum dan trotoar yang baik, justru tidak terpenuhi.

Jakarta Great Sale dan mall itu seperti junkfood, kata Suryono Herlambang. Mereka bikin kenyang tapi tidak sehat dan mengalihkan perhatian dari apa yang mendasar lebih penting, apa yang sehat dan produktif.

July 15, 2011

Apakah Anda Merasa Dapat Mengubah Jakarta?

Orang boleh tidak suka hal-hal buruk metropolis Jakarta. Tapi nyatanya di Indonesia inilah kota yang paling banyak dibuatkan lagu, puisi, film dan lain-lain bentuk seni tentangnya. Apakah Anda ingat lagu-lagu Iwan Fals, Benyamin Sueb, Titiek Puspa dan Guruh Sukarnoputra, serta pusi-puisi Goenawan Mohammad, Sitor Situmorang dan film-film Bing Slamet?  Saya yakin, bahkan beberapa di antara kita—banyak, mungkin—suatu ketika pasti pernah diam-diam mencoba menulis puisi atau sekedar aforisme tentangnya.

Dengan kata lain, metropolis ini paling pemberi ilham. Semua punya arti (Sitor Situmorang). Semua dapat tempat (Chairil Anwar). Seorang teman saya, gurubesar dan peneliti Amerika yang sudah terkenal dengan beberapa bukunya, sedang menyusun teori perkotaan serius berdasarkan ilham yang dia dapat dengan menelusuri kampung-kampung di Jakarta Utara.

July 11, 2011

Biking in the Metropolis

It is heartening to spot more bike-parking facilities in the metropolis. It exists now at Akasara Book store in Kemang. And I just reported one at Plaza Indonesia’s south east gate to www.klikjkt.or.id . This kikjkt is an crowdsourcing website to record locations of good or bad things in the metropolis. Try it, share your knowledge about the metropolis for the benefit of all. It is fun.  It also reports that Pondok Indah Mall has already installed some bike-parking racks earlier. Someone just tweeted that thet exists also in Pejaten Vilage. This “village” is another mall, right?

July 8, 2011

Inside and Outside the Mall

Also in The Jakarta Globe

 

One funny and snobbish thing about malls is its interior design—actually I am not sure if it is “design” at all.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 15,361 other followers