September 29, 2009

Frozen white and stiff. Bigeye and yellowfin, are you there among them? Cry out and tell me, because I am not sure if my heart is ocean-blue or bloody red.
Quite chair and empty table standing still…
At Breakfast
Thinking of how to jump into the Japanese garden
A 6 years old girl.
Me treating her a lemonade and her me a tea.
Regretting the lost 12 years with my boy.
Posted in Arts, Language and Culture |
Leave a Comment »
September 16, 2009

Do you notice the sign of approaching autumn? It starts with the largest tree being generous, giving his leaves back to the earth.
FUJIWARA NO TOSHIYUKI
Aki ki-nu to
Me ni wa sayaka ni
Miyenedomo,
Kaze no oto ni zo
Odorokare-nuru
That Autumn has come
Although it is not plainly visible to the eye,
By the noise of the wind
I am alarmed
Posted in Arts, Language and Culture, Nature and Environment |
Leave a Comment »
September 15, 2009
Tentang pameran hasil workshop Ruang Tinggal Kota baru-baru ini di Galeri Salihara, Elisa Sutanudjaja menulis dihttp://rujak.org/2009/09/ketika-ruang-tinggal-dipertanyakan/ …bahwa peserta workshop “Berangkat dari….derita…. Saya kira menarik bahwa kata “derita” muncul. Saya ingat Goenawan Muhamad pernah mengatakan pentingnya kita memahami derita orang lain (the other), dan saya ingin menafsirkannya sebagai “orang banyak atau kebanyakan” juga, untuk dapat berpikir melampaui diri sendiri, dan mengabdikan diri untuk kepentingan orang banyak. Ini syarat etik para profesional, apalagi para pemimpin. Jadi ingat Ali Sadikin yang, sebagaimana tertulis di batu prasasti di Salihara, “tak henti mengabdi kepada repubik”…dan republik mensyaratkan adanya publik yang sejati. Gubernur sekarang bagaimana ya? semoga tidak asyik dengan diri sendiri. Maukah dia, dan kita, menganggap kesempatan memahami derita orang lain, orang banyak, sebagai karunia dan motivasi yang sangat kuat? Selama workshop kita kenal orang-orang yang memahami derita, misalnya Romo Sandyawan. Saya kira juga demikian halnya dengan Romo Mangunwijaya, atau Wardah Hafidz sebagai contoh lain, atau lagi Munir…Dan saya kira kita semua selama workshop berlangsung telah mencoba dengan sangat serius memahami derita orang banyak dan lain itu…Bukankah ini sungguh energi luar biasa untuk kita mampu berpikir utopia, seperti nampak pada arsitektur black-out yang paham orang buta, dan lain-lain? Juga Yusing dan impiannya? Mulai dari pemahaman akan derita juga mendisiplinkan diri kita untuk tidak berfantasi yang tidak-tidak, yang dapat membelokkan pikiran dari utopia ke arah fantasi konsumptif dan fetishistik. Selamat kepada semua peserta yang telah mendapat berkah memahami derita….
Posted in Uncategorized |
1 Comment »
September 10, 2009
Sambuatan pada Pameran Hasil Workshop “Ruang Tinggal Kota”, Galeri Salihara, 9-16 September 2009.
Kita hanya dapat berpikir tentang kota, tidak merancang dengan ambisi mewujudkan kota sepenuhnya sesuai spesifikasi kita.
Kota terlalu kompleks untuk dapat sepenuhnya dikenali oleh suatu metoda atau disiplin. Kota terlalu liar untuk dapat sepenuhnya dikendalikan oleh suatu rencana. Kita bersyukur. Sebab, ketika sebagian atau suatu fragmen kota terkadang memang dapat diwujudkan sepenuhnya sesuai spesifikasi rencana, biasanya itu adalah tanda dari suatu momen tragis dalam sejarah. Sebab, bahkan ketika suatu kota memberi kesan “teratur” karena ada kerangka besar, struktur garis-besar yang nampak oleh turis, ada lebih jamak gejala-gejala yang tidak hentinya berubah dan membentuk hubungan-hubungan baru secara “tidak teratur” di luar rancangan, mengagetkan para perencana kota, menelikung skenario, tetapi membuatnya dicintai penghuni dan pengunjung serius yang punya waktu menelusuri jalan kecil dan menyesatkan diri di dalam jalinan ruang-ruang kecilnya.
Tetapi hal itu tidak berarti orang berhenti membayangkan bentuk kota visioner untuk masa-depan yang bisa jauh bisa dekat. Biasanya ada tantangan atau kekurangan masa kini yang harus secara radikal dijawab, dan kecenderungan ke masa depan yang sejak sekarang harus diantisipasi.
read more »
Posted in Uncategorized |
Leave a Comment »